Mengolah makanan pendamping ASI memang harus memiliki trik tersendiri agar sesuai dengan kebutuhan si kecil. Apalagi, bila si kecil masih berusia 6 bulan yang baru saja bersentuhan dengan MPASI tersebut. Namun, ada saja orang tua yang bermasalah dengan tekstur makanan tersebut. Apa saja masalahnya dan bagaimana solusinya?

makanan pendamping ASI

1. Makanan Sengaja Dibuat Cair Karena Si Kecil Belum Tumbuh Gigi

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan orang tua ketika membuat MPASI adalah makanan tersebut sengaja dibuat cair. Alasannya adalah karena si kecil belum tumbuh gigi sehingga tak bisa makan makanan yang bertekstur lebih padat. Memang benar si kecil belum memiliki gigi dan belum bisa memakan makanan bertekstur padat di usia tersebut.

Hanya saja, sebaiknya Anda memberikannya makanan dengan tekstur lembut, bukan cair. Makanan dengan tekstur ini bisa membantu si kecil latihan mengunyah meski sebenarnya belum perlu. Cara lain, Anda bisa memberinya dengan finger food untuk merangsang pertumbuhan giginya. Salah satu MPASI yang tepat untuk si kecil ini adalah bubur saring.

2. Memberikan Bayi Makan Seperti Orang Tua Makan

Kesalahan lain yang seringkali dilakukan adalah memberi makan si kecil sama seperti orang tuanya makan. Padahal, sebenarnya ini salah. Si kecil tidak bisa diberi makan langsung 3 kali sehari. Anda harus memberinya secara perlahan dan jangan terlalu banyak. Misalnya, cukup satu sendok di hari pertama saja.

Di hari kedua, boleh ditambahkan satu sendok lagi. Selanjutnya, bila si kecil sudah seperti merasa nyaman dengan makanan pendamping ASI tersebut, barulah Anda bisa meningkatkan pemberiannya seperti frekuensi makan orang tua dengan jumlah tentu lebih sedikit. Sebaiknya, selingi juga dengan pemberian buah seperti pisang minimal sekali sehari.

3. Supaya Makannya Banyak, Makanannya Di-blender

Sebenarnya, upaya membuat makanan lebih halus dengan blender bisa tepat. Hanya saja, ini bukan upaya yang mendidik. Si kecil memang bisa makan lebih banyak dengan makanan yang diblender karena lebih halus. Hanya saja, Anda harus paham kenapa memberikan si kecil makanan itu.

Selain untuk pemenuhan gizi, juga untuk mengajari mereka bagaimana mengonsumsi makanan padat seperti Anda saat ini. Bila Anda justru terus-terusan memberikannya makanan seperti ini, maka mereka hanya akan mengemut makanan tanpa mau mengunyahnya. Proses makan makanan seperti ini pun jadi jauh lebih lambat.

Seharusnya makanan tersebut bisa dihabiskan dalam setengah jam, bisa sampai 2 jam habisnya. Kadangkala, malah juga tak habis. Oleh sebab itu, ketika anak sudah masuk usia 8 bulan, Anda bisa memberikan makanan yang teksturnya sedikit lebih padat agar si kecil bisa beradaptasi.

4. Makanan Kasar Selalu Dimuntahkan

Selain masalah tersebut, ada lagi masalah yang sering menimpa orang tua. Makanan yang teksturnya agak kasar seringkali dimuntahkan si kecil. Hal ini memang sering terjadi. Namun, Anda tetap harus mencoba memberikannya. Coba pelan-pelan saja. Jangan langsung yang bertekstur kasar.

Makanan bertekstur sedikit kasar seperti bubur yang disaring dengan saringan kawat bisa dicoba. Bila bayi Anda menolak menelannya, hentikan dulu pemberian sebentar. Keesokan harinya, coba berikan lagi makanan yang sama. Tak apa dimuntahkan lagi. Esoknya coba lagi. Lama-kelamaan, si kecil akan bisa menerimanya.

Itulah beberapa masalah seputar makanan pendamping ASI yang seringkali dilakukan orang tua. Meski sulit, seharunya Anda tak putus asa dalam memberikannya pada si kecil, kan? Nah, kalau Anda butuh info lain soal si kecil, bisa cek di awalsehat.nestle.co.id untuk info lebih banyak.