Pernahkah Anda mendapati buah hati anda muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan tertentu? Gatal-gatal yang tidak Anda ketahui dengan jelas penyebabnya atau bersin-bersin cukup lama? Melihat ciri-cirinya, alergi pada anak Anda merupakan salah satu kemungkinan yang bisa diprediksi.

Tapi, jika Anda ingin mendapat informasi yang lebih meyakinkan, sebaiknya segera periksakan anak Anda pada dokter anak atau spesialis gizi. Seperti halnya demam, alergi juga merupakan reaksi dari sistem imun (kekebalan tubuh). Bedanya, demem merupakan efek dari sitem imun melawan bakteri jahat, sementara alergi efek dari berbagai paparan zat asing.

alergi pada anak

Source: Nutriclub.co.id

Zat asing ini bisa diperoleh dari hirupan napas, suntikkan, dan berbagai barang atau makanan yang tersentuh atau tertelan. Banyak benda yang menjadi ‘benda asing’ ini, di antaranya debu, bulu hewan, jamur, serbuk sari, sampai susu formula. Nah, untuk mengatasi anak Anda terkena alergi, berikut cara yang bisa Anda tempuh.

Pertama

Cari tahu penyebab balita Anda rewel atau tantrum. Anda bisa menanyakannya langsung pada anak Anda apa yang dirasakannya. Untuk makanan atau minuman, susu sapi dan kacang-kacangan yang paling sering membuat alergi.

Tapi, upaya mencari tahu penyebab alergi pada anak usia 4 tahun ini jangan dijadikan ajang coba-coba. Misalnya, Anda ingin tahu apakah penyebab gatal-gatal dan sesak napas anak Anda itu karena kacang atau bukan dengan memberinya banyak kacang.

Nah, Anda sangat dilarang untuk melakukan hal ini karena pada beberapa kasus alergi, ada yang bisa mengakibatkan kematian. Anda perlu meminta pendapat dokter mengenai hal ini. Kemudian, untuk alergi yang muncul berupa sesak napas dan bersin-bersin tanpa Anda tahu jelas penyebabnya, bisa jadi karena debu, serbuk bunga, atau jamur.

Reaksi alergi dengan media udara atau sentuhan langsung ini butuh waktu. Anda mungkin sudah memiliki banyak tanaman bunga di teras rumah dan anak Anda baik-baik saja. Tapi, jika sudah melewati ambang batas, maka rekasi alergi ini akan muncul. Alergen atau penyebab alergi lainnya yaitu telur, ikan, dan aneka sea food seperti kerang.

Kedua

Lihat gejala alergi yang terjadi pada anak Anda. Beberapa gejala alergi pada anak balita yang bisa dilihat adalah muntah-muntah, diare, sesak napas, gatal-gatal, bengkak dan memerah pada wajah. ciri-ciri ini merupakan gejala alergi yang biasanya disebabkan oleh makanan.

Sedangkan alergi yang disebabkan oleh lingkungan, biasanya batuk-batuk, bersin-bersin, sesak napas, sampai pingsan. Jika sudah demikian, langkah paling tepat dan bijak adalah dengan langsung membawanya ke rumah sakit. Jangan anggap enteng setiap gejala alergi pada anak Anda.

Ketiga

Beri pertolongan pertama. Jika alerginya kambuh, Anda bisa memberinya obat yang mengandung antihistamin dan steroid. Setidaknya, anak Anda bisa lebih tenang dengan bantuan obat antialergi ini. Pemberian obat ini tentu harus mendapat pengawasan dan anjuran dokter anak.

Keempat

Menjaga kebersihan lingkungan rumah. Sangat penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan lingkungan dalam dan luar rumah. Bukan hanya agar bersih dan nyaaman untuk ditempati, tapi juga agar anak Anda terhindar dari debu dan serbuk bunga yang bisa membuat alerginya kambuh.

Selain itu, Anda juga perlu meminimalisir kuantitas bepergian ke luar dengan anak Anda. Lingkungan rumah Anda bisa saja bersih, tapi bagaimana dengan lingkungan di luar? Apalagi jika jenis alergi anak Anda adalah alergi serbuk sari dan bulu hewan.

Maka, sangat besar kemungkinannya untuk sang anak terpapar oleh kedua penyebab alergin ini saat berada di tempat umum. Terutama taman dan fasilitas umum yang membolehkan orang untuk membawa hewan peliharaannya jalan-jalan.

Kelima

Memberitahu alergi anak Anda ini pada keluarga terdekat atau gurunya (guru Kober). Jika keluarga Anda tahu, maka mereka juga bisa membantu atau setidaknya menghindarkan anak Anda dari hal-hal yang bisa memicu alerginya.

Kemudian, jika cara ini dianggap kurang efektif, sebaiknya Anda lebih memperhatikan anak Anda tidak mengonsumsi atau menyentuh sesuatu yang bisa membuatnya alergi. Sedikit protektif mungkin tidak mengapa, sampai anak Anda beranjak remaja dan bisa memproteksi sendiri untuk menjauhi hal-hal yang bisa membuat alerginya kambuh.

Satu hal yang lebih penting, jangan membuatnya terihat beda dan terlalu megistimewakannya dengan melarangnya bermain dengan sepupu-sepupu atau teman sepermainannya. Karena, hal ini bisa berpengaruh pada psikis mereka yang akhirnya berujung pada sikap minder dan malu untuk bergaul dengan teman sebayanya.

Pertanyaan seputar alergi, tumbuh kembang kehamilan, asupan terbaik untuk Anda maupun lainnya bisa Anda peroleh dari Nutriclub. Karena, hanya di sini Anda bisa bertanya dengan leluasa dan dijawab oleh dokter serta tim ahli yang mendampinginya.

Alergi pada anak sebenarnya dapat ditangani dengan baik jika Anda tidak langsung panik. Karena bisa jadi, gatalnya karena nyamuk, bersin-bersinnya masih normal, dan muntahnya karena masuk angin. Sebuah langkah bijak jika Anda bisa memberikan pertolongan pertama dengan mencari tahu terlebih dahulu perbedaan antara alergi dengan penyakit lainnya.