Kehadiran calon buah hati tentunya menjadi momen yang sangat dinantikan setiap mereka yang sudah menikah, terlebih bila masa penantian itu memakan waktu yang lama. Menghitung usia kehamilan yang dinantikan penting hukumnya. Terlebih untuk Anda yang hamil pertama. Mengapa demikian? Bagaimana cara menghitungnya?

menghitung usia kehamilan

Pentingnya Menghitung Umur Kehamilan

Ada banyak hal yang jadi alasan kenapa Anda perlu menghitung umur kehamilan. Selain mengetahui kapan calon bayi Anda keluar, Anda juga bisa menyiapkan berbagai kebutuhannya sejak dini. Misalnya saja, Anda bisa memberikan asupan gizi yang tepat sesuai dengan yang dibutuhkan janin Anda.

Ingat, kandungan trimester pertama lebih rentan dan butuh nutrisi yang sangat banyak. Meski begitu, bukan berarti janin pada trimester kedua dan ketiga tidak. Anda harus menyesuaikan kebutuhan nutrisi janin Anda. Selain itu, dengan mengetahui umur kehamilan, Anda juga bisa menjaga kehamilan itu sendiri.

Paling tidak, Anda bisa beraktivitas sesuai dengan yang diperbolehkan dokter atau bidan agar kandungan Anda tak kenapa-kenapa. Misalnya saja, Anda bisa menghindari kegiatan yang menyebabkan goncangan kuat yang berbahaya untuk si janin terlebih pada trimester pertama. Paling penting, Anda juga bisa menyiapkan berbagai kebutuhan bayi ketika lahir nanti.

Bagaimana Cara Menghitung Umur Kehamilan?

Saat ini, ada banyak cara yang bisa Anda gunakan untuk menghitung usia kehamilan. Namun secara umum hanya satu atau dua saja yang digunakan. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa cek di sini!

Menggunakan Kalkulator Kehamilan Online

Salah satu cara paling sering digunakan untuk menghitung umur kehamilan adalah dengan menggunakan kalkulator kehamilan. Cara ini Anda tak perlu repot datang ke dokter untuk mengetahui usia kehamilan Anda. Cara menghitungnya pun sangat mudah. Anda hanya perlu memasukkan tanggal, bulan dan HPHT Anda dan tautan online akan segera mengghitungnya.

Hitungan Kalender

Meski menggunakan kalkulator online cukup banyak digunakan saat ini, namun cara paling populer menghitung umur kehamilan tetap saja ada pada hitungan kalender atau disebut juga dengan rumus Naegele. Cara ini menggunakan HPHT sebagai acuan dan siklus haid Anda selama sebulannya.

Rumus dari hitungan kalender ini adalah tanggal HPHT ditambahkan 7. Lalu, bulan HPHT dikurangi 3. Sedangkan tahun HPHT ditambah satu bila haid Anda teratur. Misalnya, HPHT Anda adalah 16 Agustus 2018, maka tanggal HPHT-nya 16+7 menjadi 23. Lalu bulan 8-3 sama dengan 5. Selanjutnya tahun HPHT 2017+1, hasilnya adalah 2018.

Dengan demikian, didapat perhitungan perkiraan kelahiran yang jatuh pada tanggal 23 Mei 2018. Lalu, bagaimana caranya mengetahui usia kehamilan melalui cara ini? Anda cukup menambahkan HPHT saja, kok! Misalnya HPHT Anda adalah 16 Agustus 2017, 16 September 2017 adalah bulan pertama kandungan Anda.

Deteksi Gerakan Rahim

Cara menghitung umur kandungan ini seperti namanya dengan mendeteksi gerakan rahim. Hanya saja, cara ini sebenarnya tidak sepenuhnya akurat. Anda hanya perlu merasakan gerakan janin saja. Bila janin sudah mulai bergerak, maka artinya kandungan Anda telah berusia 18 hingga 20 minggu.

Usia tersebut hanya berlaku untuk wanita yang baru pertama kali hamil, ya! Sedangkan bila kehamilan tersebut adalah kehamilan kedua dan selanjutnya, bila janin telah terasa bergerak usia kehamilan berarti memasuki 16 hingga 18 minggu.

Nah, sudah tahu bagaimana cara menghitung usia kandungan yang benar dan apa pentingnya melakukan perhitungan itu, kan? Sebenarnya, perhitungan ini tak hanya bermanfaat untuk ibu muda saja, namun juga untuk Anda yang hamil kedua dan seterusnya. Dengan mengetahui usia kandungan, Anda jadi bisa memberi yang terbaik untuk si kecil.